Sejarah Soto Betawi, Kuliner Berkuah Tembus Citarasa Dunia

Oleh : Murodi al-Batawi

Belum lama ini ada berita menarik tentang kuliner Indonesia. Beberapa waktu lalu, kuliner Rendang, masakan khas dari Sumatera Barat, menjadi urutan nomor satu kuliner terlezat Dunia.

Bacaan Lainnya

Kini ada kabar menarik dari penilaian para ahli citarasa dunia penilai masakan tentang kuliner berkuah Indonesia. Salah satunya Soto Betawi. Kuliner berkuah khas Betawi ini menempati urutan kedua setelah kuliner berkuah khas Jawa Timur, Rawon.

Jenis kuliner berkuah berbahan dasar daging sapi ini, memang berbeda dengan jenis kuliner dunia. Rasanya enak, segar dan agak sedikit manis, terlebih bila saat makan disandingkan dengan telor bebek asin dan kerupuk. Para penikmat kuliner berkuah ini tidak bisa beranjak dari kursi dan meja makannya, sebelum mereka menghabiskannya. Karena, disendokan kuah terakhir itu citarasa yang masyarakat dunia pencinta kuliner berkuah merasakan kenikmatannya.

Sementara Soto Betawi, yang merupakan kuliner lezat khas Betawi, menempati urutan kedua setelah Rawon. Kuliner berbahan dasar daging sapi, santan dan berbagai rempah khas Indonesia ini, menjadi kuliner favorit, tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Betawi, juga luar masyarat asli Jakarta tersebut, bahkan dirasakan pula ekspatriat luar negeri.

Ternyata, para ekspatriat, setelah menikmat Soto Betawi, mereka merasakan kenikmatan luar biasa. Mereka berkomentar ini lezat sekali. Memakan Soto Betawi akan semakin nikmat, jika ditambah emping melinjo(Tangkil), bawang goreng dan asinan atau acar. Karenanya wajar, jika para penikmat kuliner berkuah menilai bahwa Soto Betawi bisa mengalahkan kuliner berkuah dunia lainnya, selain Rawon.

Soto Betawi Sejarah dan Perkembangannya.

Soto Betawi sebenarnya baru populer di pertengahan tahun 1970an, sekitar tahun 1977-1978. Tapi bukan berarti tidak ada penjual Soto Betawi lainnya di Jakarta.

Sejarah Soto Betawi tidak bisa dielapaskan dari kedatangan para imigram China. Para imigran tersebut datang ke Nusantara pada 1740 M. ketika Belanda benar-benar mulai menjajah Indonesia. Penjajah Belanda mulai berlaku sewenang-wenang dengan penduduk Jakarta dan para imigran China itu, sebagian imigran China melakukan perlawanan.

Akibatnya, pemerintah Hindia Belanda juga melakukan penindasan pada mereka, karena itu, para imigran China kemudian hidup bercampur dengan penduduk asli Betawi, berakulturasi dan bersosialisasi dengan penduduk Jakarta, maka terjadilah perpaduan budaya China, termasuk kulinernya, dengan penduduk Jakarta. Di situlah mulai diperkenalkan tradisi masakan khas China dengan tradisi masakan penduduk Betawi. Lahirlah sebuah kuliner berkuah yang disebut Soto.

Pada waktu itu dan masa-masa sesudahnya, sudah banyak para pedagang Soto. Tapi belum dikenal Soto Betawi. Nama Soto waktu itu selalu dikaitkan dengan pemilik atau penjual Soto, misalnya, SOTO Bang Udin. SOTO Bang Rozak. SOTO Bang Ridu, SOTO Bang Odie, dan masih banyak lagi. Mereka belum mempopulerkan nama Soto Betawi.

Orang pertama yang mempopulerkan istilah Soto Betawi adalah penjual soto orang China peranakan Lie Boen Po. di daerah Kemanggisan. Setelah itu hingga kini, kuliner berkuah khas Betawi ini sering disebut SOTO BETAWI. Dan populer sebagai kuliner berkuah sejak tahun 1991 hingga kini.

Popularitas Soto

Betawi ini karena terbuat dari bahan berkualitas terdiri dari daging dan jeroan sapi, santan, bumbu racikan khas Indonesia dengan bahan rempah Nusantara. Kuliner berkuah ini semakin terasa lezak dan tambah bergairah saat makan, karena menggunakan susu sapi.

Hampir semua lidah merasakan nikmatnya Soto Betawi, sampai pencicip dan penilai kenamaan Dunia memberikan peringkat cukup tinggi, urutan nomor 2 pada Soto Betawi produk Betawi asli ini, setelah Rawon, masakan kuliner betkuah khas Surabaya, Jawa Timur {Odie}.

Pamulang, 07 April 2024
Murodi al-Batawi.

Pos terkait