Sekda DKI Jakarta Marullah Pernah Dihadiahkan Raket Bulutangkis Kesayangan dari Saefullah

JAKARTA – Sedikit bersolek Balai Agung di Balaikota Provinsi DKI Jakarta sejak pagi tadi (18/1). Buat hajatan pelantikan Marullah Matali sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta di sore hari. Karena masih pandemi, undangan acara pelantikan itu sangat terbatas.

Bacaan Lainnya

Namun tak mengurangi kekhidmatan saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melantik Marullah sebagai Sekda Provinsi DKI Jakarta di Balai Agung. Marullah menggantikan Saefullah, yang meninggal dunia karena sakit pada medio September tahun lalu.

Gubernur Anies Baswedan mengatakan pemilihan Sekda DKI sudah diproses berdasarkan UU ASN Tahun 2014 dan Permenpan Tahun 2014, serta PP Nomor 11 Tahun 2014 tentang Manajemen PNS.

“Proses (pemilihan) itu sudah tuntas. Alhamdulillah, hari ini adalah babak baru, satu sisi menuntaskan proses seleksi, sisi lain memulai kerja besar bersama dengan Sekda baru,” kata Anies dalam keterangannya, Senin (18/1)

Anies berharap Marullah dapat menjalankan amanat baru di tengah pandemi Covid-19. Sebab saat ini keadaan kesehatan dan perekonomian di Ibukota melemah.

Marullah (55) dipilih sebagai Sekda karena meraih hasil tertinggi dari setiap tes yang digelar oleh Panitia Lelang Jabatan Sekda Provinsi DKI Jakarta sejak Oktober tahun lalu. Anak Betawi Pondok Labu ini menggantikan anak Betawi lainnya (almarhum Saefullah) sebagai Sekda Provinsi DKI Jakarta.

Entah kebetulan entah tidak atau qadarullah, terpilihnya Marullah sebagai Sekda sudah tergambar jauh sebelum diumumkan oleh pihak Istana pada pekan lalu.

Dikutip dari buku Bang Ipul: Simpul Betawi dari Gubernur ke Gubernur (Desember 2020: 201-202), Marullah –saat itu masih sebagai Walikota Jakarta Selatan, mengaku bertemu dengan Sekda Saefullah di kantornya pada Jumat, 5 September tahun lalu. Selepas salat maghrib.

Beliau datang untuk meresmikan lapangan bulutangkis di kantor Walikota Jakarta Selatan lantai 11. Tak hanya meresmikan, tanpa sungkan beliau ikut bermain bulu tangkis bahkan sampai satu setengah set. Marullah hanya bermain setengah set menemani.

Masih basah badan oleh keringat, almarhum Saefullah tiba-tiba menghampiri dirinya. Rupanya beliau ingin menghadiahkan raket bulu tangkisnya.

“Beliau mengatakan raket ini adalah kesukaannya. Dia merasa berbahagia raket kesukaannya dihadiahkan kepada saya. Sampai kini saya simpan raket Almarhum baik-baik dan bersyukur mudah-mudahan ini bagian amal baik beliau kepada saya. Saya akan ingat terus apa yang Beliau berikan,” ujar Marullah.

Marullah ingat betul perkataan terakhir bersama Saefullah, sebelum meninggalkan kantor Walikota Jakarta Selatan saat itu:

“Ada dua hal yang tidak bisa saya tolak, pertama undangan pengajian dan kedua undangan olahraga.”

Penghargaan Satyalancana Karya Satya KL.1 dari Presiden

Mengutip beritajakarta.id, Marullah Matali lahir pada 27 November 1965. Menyelesaikan SD hingga SMA/MA di Jakarta. Dia melanjutkan pendidikan S-1 jurusan Agama Islam di University of Basra Saudi Arabia. Lalu melanjutkan S-2 Hukum Islam di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sebelum menjadi Walikota Jakarta Selatan, dia mengawali karirnya sebagai staf Biro Bina Mental Spiritual DKI Jakarta. Setelah itu naik menjadi Kepala Seksi Bina Lembaga Mental Dinas Bintal dan Kesos DKI Jakarta.

Marullah sempat dimutasi menjadi Kepala Sub Dinas Bina Mental Spiritual Dinas Bintal dan Kesos DKI Jakarta. Namun, kemudian menjabat sebagai Kepala Sekretariat Dinas Sosial DKI Jakarta.

Selanjutnya diangkat sebagai Kepala Biro Pendidikan dan Mental DKI Jakarta, lalu Asisten Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Pariwisata.

Dia pernah juga menjabat sebagai Asisten Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Pengendalian Kependudukan. Marullah juga sempat mendapatkan dua penghargaan sebagai PNS, yakni penghargaan masa kerja 15 tahun dari Gubernur DKI Jakarta (2011) dan Penghargaan Satyalancana Karya Satya KL.1 dari Presiden RI (2012).

Sumber: merdeka.com

Pos terkait